Kartu JKN - Jaminan Kesehatan Nasional



Pada tahu gak sih kalau sekarang sakit  itu dibiayai pemerintah?

Kalau saya pribadi sih, jujur baru tahu.

Pernah denger kartu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)?

Gini nih, nama kartunya ya kartu JKN dan untuk mendapatkannya melalui kantor BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Disini saya tegaskan, jangan menyebutkan dengan nama kartu BPJS ya... malu ah kalau salah.hehe
Dan kenapa kudu ada embel – embel kesehatan di belakang kata BPJS? Karena ada juga yang namanya BPJS Ketenagakerjaan.

Kartu  JKN ini bersifat nasional dimana setiap warga negara WAJIB punya. Tanpa pandang status sosial, umur, jenis kelamin, apalagi agama! 

Pernah dengar donk nama Kartu Jakarta Sehat (KJS) – eksklusif milik penduduk Jakarta, sampe – sampe penduduk kota Jakarta coret pada bela – belain bikin KTP DKI demi dapat KJS ini. Bahkan sampai ada yang ngibul bikin surat keterangan tidak mampu segala.

Nah, kalau kartu JKN ini, gak perlu ngibul. Cuss langsung ke kantor BPJS terdekat. Kalau sudah pernah bikin e-KTP, datanya akan terbaca disini.

Iurannya juga terjangkau bangets...

  • Manfaat Pelayanan di ruang perawatan kelas 3 sebesar Rp 25.500
  • Manfaat Pelayanan di ruang perawatan kelas 2 sebesar Rp 42.500
  • Manfaat Pelayanan di ruang perawatan kelas 1 sebesar Rp 59.500
Dapat dibayarkan per bulannya melalui transfer ATM BRI, BNI dan juga Mandiri.

Pengalaman kedua orang tua


Ceritanya saat puasa Ramadhan kemarin, saya ngobrol sama adik untuk memasukkan nama kedua orang tua untuk mendapatkan kartu JKN ini. Cuma ya itu, saya juga gak ngerti – ngerti amat. Alhasil adik saya baca sendiri di internet, buka website sana sini.

Hari pertama kantor BPJS di Jakarta Pusat (di Jl. Tambak) dibuka setelah libur lebaran yang lumayan panjang, adik saya beserta kedua orang tua menyempatkan mampir kesini tanpa bawa  apa – apa.

Setelah mendapatkan nomor antrian, mereka pun pulang ke rumah untuk ambil foto kopi KK dan juga foto. Mereka kembali ke kantor BPJS setelah jam istirahat makan siang.

Prosesnya gak repot sih. Walau saat itu banyak yang datang kesana untuk membuat kartu ini tapi antrian masih wajar (dimana pas saya kesana 10 hari kemudian, antrian sangat panjang, bahkan banyak yang sudah datang dari shubuh).

Pelayanan pegawai di kantor BPJS pun cukup ramah dan yang pasti gak bisa diwakilkan. Saat mengurus dan kedua orang tua menunggu jauh dari tempat pendaftaran. Pegawainya menanyakan kepada adik saya dimana mereka. Ini dilakukan untuk menghindari praktek percaloan yang nakal dan merugikan. Jadi, jangan mau dibegoin sama calo yang nakut-nakutin dan suruh kita bikin lewat mereka ya...

Nah, kalau ada keterlambatan pembayaran iuran bulanan, bakal dikenakan denda sekitar 2 persen. Jadi, penting untuk diingat untuk membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya.

Pemakaian Kartu JKN


Untuk pemakaian kartu JKN ini, kita gak bisa ujug – ujug ke RS kecuali keadaan darurat. Jadi ya, di kartu kita akan tertulis nama klinik/puskesmas untuk rujukan fasilitas kesehatan (faskes) pertama.   Jika  memang dibutuhkan untuk perawatan rumah sakit, baru nanti faskes tersebut akan memberikan surat rekomendasi.

Dengan kartu JKN ini, biaya dokter, perawatan, maupun pengobatan gratis ditanggung pemerintah tanpa ada nilai batas tertentu.

Terus, kalau sudah punya kartu asuransi komersial gimana? Gak masalah, untuk beberapa penyedia asuransi komersial, BPJS Kesehatan sudah melakukan kerjasama sehingga nantinya saling mengisi dalam penggunaannya dan pemilik polis mendapatkan benefit yang jauh lebih baik.

BPJS Online


Gini nih, datang ke kantor BPJS ngantri kan? Mau cara yang gampang?

Silakan buka bpjs-kesehatan.go.id

Arahkan kursor ke ‘layanan peserta’, nanti akan muncul drop down pilihan, dan pilih ‘pendaftaran peserta
Isi semua kolom yang diminta. Sebelumnya jangan lupa sediakan Kartu Keluarga terbaru serta e-KTP di samping Anda.

Setelah selesai semua, klik ‘simpan’ dan tunggu email konfirmasi dikirimkan ke alamat kita.

Berbekal email itu, kita bisa melakukan pembayaran di BNI, BRI dan Mandiri. Setelah pembayaran, nanti pihak bank akan mencetak e-ID JKN yang bisa langsung kita gunakan ketika sakit.

Sekilas JKN


Diluncurkan sejak 1 Januari 2014 dan hingga saat ini sudah lebih dari 130 juta penduduk Indonesia yang mendaftarkan diri. Selain untuk Warga Negara Indonesia, kartu JKN ini bisa dibuat oleh mereka Warga Negara Asing yang telah bekerja dan tinggal di Indonesia dalam kurun minimal 6 bulan.

Untuk bertanya lebih lanjut, disediakan fasilitas telepon 24 jam dengan menghubungi 500400.

No BPJS 24 Jam
 
Perusahaan yang ingin mendaftarkan pegawainya dalam program ini, bisa dilakukan secara kolektif.

Perbedaan tiga macam jenis iuran, hanya untuk jenis kamar di saat rawat inap, sedangkan untuk obat dan dokter semuanya sama.

Kartu JKN ini dapat digunakan untuk melahirkan, pengobatan gigi bahkan pembelian kacamata (dengan nilai nominal tertentu)

Kartu JKN ini tidak dapat digunakan untuk pengobatan infertilitas, pengobatan untuk tujuan kecantikan, pengobatan di luar negeri, pengobatan alternatif,  pelayanan di fasilitas yang belum bekerja sama dengan BPJS dan juga pengobatan tanpa melalui faskes I.

Jadi, untuk yang belum bikin, yuk jangan ditunda lagi ya! Jangan menunggu sampai saat sakit itu datang,:(

Kartu JKN

Kartu JKN

Comments

  1. Ada ya yang bela2in bikin KTP Jakarta, gitu :) Tahun 2012 aku pernah dirawat dan ga punya askes atau polis asuransi lainnya. Akhirnya harus bayar berjuta-juta. Coba waktu itu udah ada kartu JKN, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yg tiba2 bikin KTP DKI. iya ini JKN memudahkan pengobatan. masih terus memperbaiki diri, perlu waktu utk bs sempurna.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts