Bahagia Itu.....

"Bahagia itu tidak perlu dicari, mensyukuri nikmat yang ada juga bakal membuat kita bahagia."


Ntah ini pernah baca dimana, somewhere that I think suits me well. Dengan umur sekarang ini, rasanya sudah banyak mengalami asam garam this and that. Mencari kebahagiaan through deep thoughts juga pernah hingga akhirnya sampai pada stage ini.

Saat orang-orang menikah, punya anak, seems that their life is perfect. Indeed. Then I pushed myself to become like them. In return, broken hearts happened to me, not once but many.

Melalui proses pendewasaan diri, acceptance, may be my time has not come yet. May be I wasn't mean to get married. Trying to hold on without being sad, I continued my life by enjoying the present. Alhamdulillah dengan banyak bersyukur, banyak hal diberikan Allah untuk saya. Hingga saya sepertinya lupa untuk menikah. Tiba saatnya takdir dari Allah mempertemukan saya dengan jodoh, it was so easy and fast.

Begitulah hidup, kita gak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. But, just keep trying and praying.

Marriage life is a bit different. Before, happiness was me and myself. Now I have someone with me. I want him to be part of my happiness. We did small to big things together, things we enjoy to do.

Nonton film berdua di rumah aja, alhamdulillah membuat saya bahagia. Saya suka nonton tapi gak se-freak pak suami. Walau kadang saat nonton saya tertidur (well, gak kadang, tapi many times).

Sebelum menikah, pak suami jarang banget jalan-jalan. Sekarang dia ngikut aja kemana istrinya ajak jalan. Alhamdulillah gak ada banyak perbedaan yang membuat hubungan jadi sulit.

Memasak selalu menjadi hal menyenangkan buat saya. Masak menu baru. Mencoba jenis bahan yang biasanya dimasakin ibu saya. Sekarang semua saya lakukan karena ada satu hal yang membuat memasak is one of my healing process.

Gak perlu healing kemana, memasak dan lalu makan bersama. Gak usah berharap suami memuji makanan saya, karena dia gak pernah memuji. Tapi setiap makan saya tanya, apa makanannya enak, dan dia menjawab enak, plus dia nambah. Sudah cukup membuat saya tahu, dia pun bahagia dengan masakan saya.

Belanja. Cewek mana sih yang gak suka belanja. Tiba pada moment, where should I keep my stuff? 

Then I tried to manage my shopping habit. Luckily nowadays we get used to with online shopping. Means, put things in the cart can make me happy. Yes, just putting stuff in cart, no need to check out! Nanti kapan-kapan lagi iseng, hapus deh list barang-barang di keranjang. Ternyata, saya gak sendiri dalam hal ini. Banyak juga orang lain yang melakukannya.

Anyways, I believe semua orang ingin bahagia. Kalau kata pak suami, bahagia tuh cari deh apa yang kamu sangat suka lakukan, then do it! Find your hobbies!

Quite true, I believe. I find happiness thru the things I love to do. Make things simple - Do not complicate things. 

Giving gifts to others is also making me happy. Bukan hanya kasih hadiah ke orang dekat. Kasih tips ke orang yang jasanya kita gunakan. Atau bertemu orang susah di jalan. Banyak-banyak memberi, nanti ada aja surprise dari Allah untuk kita dari arah yang tidak disangka-sangka.


Comments

Popular Posts