RS Murni Teguh Sudirman
Somehow, blog saya lama kelamaan isinya mostly tentang kesehatan dan teman-temannya.. Semoga berguna ya sis and bro.
Sejak rajin menggunakan BPJS Kesehatan untuk seluruh keluarga, when I say 'rajin' maksudnya adalah karena masalah kesehatan yang tiba-tiba datang, alhasil jadi mondar mandir ke rumah sakit.
Lebih dari dua tahun ini, bisa dibilang, saya rutin berkunjung ke rumah sakit. Ada beberapa yang saya kunjungi tapi kali ini membahas RS Murni Teguh Sudirman, karena paling sering ya kesini.
Rumah sakit ini, dulunya bernama RS Sahid Sudirman. Ntah sejak kapan berubah nama dan kebanyakan orang juga gak gitu aware dengan nama baru ini. Baru mudeng kalau saya sebutkan nama lamanya.
Kenapa saya pilih rumah sakit ini, karena aksesnya yang dekat dari rumah dan gak pakai ribet (hanya macet saja). Kebetulan rumah sakit ini berada dalam list rujukan faskes tingkat pertama kami sekeluarga.
Sejak pertama ke rumah sakit ini, ya sudah langsung merasa sreg, walau di awal 2 tahun lalu, susternya banyak yang galak, tapi kesininya susternya udah baik-baik sih. Apa mungkin karena saya sering kesini, jadi akrab ya? Hahahaha.
Kekurangan rumah sakit ini adalah parkir yang gak besar (sebenarnya bisa aja kalau menggunakan parkir dari hotel atau apartemen Sahid, tapi jalannya jauh banget, hehe).
Kekurangan lainnya adalah perlunya renovasi di langit-langit pada banyak lantai yang menyeramkan untuk dilihat karena berwarna hitam akibat kebocoran dari lantai di atasnya. Halah, saya sok tahu banget ya?
Itu aja sih kekurangan yang saya rasakan.
Rumah sakitnya gak begitu ramai jadi antrian juga gak gitu lama. Walaupun pernah mengalami antrian yang lama dikarenakan dokter telat datang (miskoordinasi antara dokter dan admin rumah sakit) tapi yasudahlah. Inget aja, berobatnya juga gratis (walau yang berbayar pun antrinya sama dengan saya).
Rumah sakit ini gak membedakan pasien BPJS dan non. Dalam artian, gak ada klinik executive. Well, kalau pengamatan saya sih, pasien berbayar akan didahulukan daripada pasien BPJS. Tapi, it's ok. Lagi-lagi, karena antrian pasien maksimum juga 20 orang dari yang pernah saya alami.
Antrian ambil obat, kadang lama-kadang cepat. Paling lama juga sekitar 1 jam tapi it's ok.
Urusan USG, rontgen, MRI? Gak pakai repot dan antri. Lebih flawless. Tentunya ini sesuai ketentuan BPJS ya gimana-gimananya tapi beneran gak repot sih.
Untuk staff; dari mas di bagian parkir/security, administrasi/registrasi, nurse/suster, dokter; semuanya baik, helpful dan menyenangkan.
Anyway, lupa dibahas, urusan sistem komputer pendaftaran/registrasi sebenernya agak riweuh, karena berubah-ubah, kadang sistemnya bersahabat, kadang gak. Hahahahaha. Ini yang bikin urusan daftar mendaftar jadi ngeselin. But again, staff juga helpful. Pendaftaran lewat Whatsapp juga gercep dan so far gak pernah mengalami masalah.
Rawat inap? Pernah rawat inap 2 tahun lalu untuk operasi lipoma dan I was happy with that. Happy karena suster yang baik-baik dan helpful, smooth surgery, makanan dengan porsi besar (alhasil makan berdua suami) dan ruangan yang bersih. Again, concern saya adalah urusan langit-langit di kamar mandi yang bocor. Untuk hygiene freak seperti saya, ini beneran ngeselin sih.
Pendingin ruangan di rumah sakit ini juga bisa dibilang dingin banget. Kadang saya kesal karena kedinginan. Hahahaha. Kesal karena jadi kebelet pipis melulu.
Bangunan rumah sakit ini, kebanyakan menggunakan kaca sehingga kita bisa memandang langit-langit Jakarta yang kadang cakeup, kadang ngeselin. Kalau lagi musim hijan, rasanya syahdu. Sementara saat musim kemarau, berasa gerahnya padahal sebenarnya kita kedinginan.
Urusan cek darah di laboratorium juga smooth and flawless. Hasilnya cepat, gak sampai 2 jam udah kelar. Pegawai di bagian lab juga lebih ramah-ramah, mungkin biar pasiennya juga gak tegang kan ya saat diambil darahnya. Di lantai lab ini, ada ruangan untuk cuci darah. Alhasil, lantai 9 ini dingin banget, sedingin ruangan operasi di lantai 3.
Untuk review dokter, nanti dibahas lagi di tulisan berikutnya yaaa.

Comments
Post a Comment