Perimenopause; masa lucu-lucunya

 

Perimenopause, masa transisi, sebelum menopause sebenarnya. Biasa dialami wanita di atas usia 40 tahun.

Saya, 47 thn 9 bulan 16 hari. A sudden, abrupt, high fever. Tiba-tiba, hidup lagi normal, menikmati libur lebaran. Jam 8 malam, kok terasa kedinginan. Mandi, kok air terasa sangat dingin. Habis mandi, masih juga kedinginan. Gak ada sakit tenggorokan, gak ada flu.

Minta cek suami, iya demam.

Minum obat penurun demam.

Demam turun. Tapi kok tengah malam demam lagi.

Seharian demam. Telehealth melalui aplikasi JKN. Dikasih antibiotik dan penurun demam. Setelah 48 jam demam, badan lalu sehat bugar.

Tapi, lutut sakit. Sendi sakit. 

Beberapa hari kemudian, muncul bayangan ruam. Indra pengecap, hilang kenikmatan makan. Antara makanan terlalu asin, atau terlalu pahit.

Saat itu, banyak orang terkena campak. Apa iya aku kena campak? Google sana sini, self diagnosed, tapi gak minum obat apa-apa kecuali vitamin.

Menanyakan ke beberapa kenalan dokter, gak ada yang bisa memberikan diagnosis. Salahnya, aku gak tes darah, saking lemesnya badan.

Setelah hampir sebulan, gak kuat menahan sakit di lutut, akhirnya meminta rujukan ke dokter orthopedi.

Capcipcup belalang kuncup, memilih dokter ortho yang ada di faskes tingkat dua. Hehehehe. Doa minta petunjuk dari Allah untuk dipertemukan dengan dokter yang tepat. Buat janji.

Pertemuan pertama, dokternya blak-blakan, "umur ibu sudah masuk perimenopause, asam urat di atas 5 akan buat badan sakit dan kaku".

Aku bengong. Ah, dokter ngaco!

Pulang dari dokter, mampir apotik, tes, benar asam uratku 5.4.

Tentunya saat itu, dokter kasih obat ina inu, again, aku gak bisa share ya disini. 

Aku masih denial gak berani minum obat dosis tinggi. Aku sok-sokan kurangi dosis.

Beberapa hari berlalu,  nekad makan jeroan. Masih di depan piring soto, jari kaku tiba-tiba. Ya Allah.. beneran ini asam urat.

Lalu kuminum obat sesuai dosis.

Memang, asam uratku sudah tahunan turun naik, seperti juga kolesterol. Kolesterol lebih mudah aku pahami karena gejala yang jelas. Tapi, asam urat?

Sebenarnya masih ada masalah lain dengan lutut, tapi tulisan ini mau membagikan 'kelucuan' perimenopause.

Few days ago, bangun tidur, kaku lagi. Curiga... Tentunya aku sudah stop minum obat, karena pesan dokter, hanya boleh diminum 2 minggu. Cek asam urat, 5.5.

Phew!

Saat serangan, flare-ups, whatever you name it. Ampun sih sakitnya. Obat beneran harus diminum sepaket biar bisa aktif ngapa-ngapain. Otherwise, angkat badan pun rasanya berat banget.

Kebiasaan follow dokter di IG, lalu tiba-tiba dapat rekomendasi dokter orthopedi dengan spesialis tangan. Pada salah satu post, membahas kekakuan tangan karena estrogen berkurang di masa menopause.

Ahhhhh... Terjawab sudah. Kekakuan di pagi hari. Kram out of nowhere di bagian lengan saat pakai mukena.

Mau nangis tapi kumemilih tertawa.

Perimenopause, lucu sangat.

Aku jarang mengalami masalah saat PMS. Dan kini, menyambut menopause dengan beragam kelucuan. Ntah apalagi kelucuan ini kedepannya.

For now, just embrace it, enjoy every moments. Gak lupa berdoa, semoga Allah mudahkan. Yang penting, ibadah tetap bisa kujalankan dengan mudah.

Ealah ada 1 lagi. Gula darah tiba-tiba turun naik secara brutal. Di rumah aku punya alat tes darah untuk gula, asam urat dan kolesterol. Dengan mudah, kapan aja bisa ceki-ceki.

Sekarang, aku gak ngetes untuk orang tuaku.

Sekarang, aku sibuk ngetes untuk diriku sendiri.


Comments

Popular Posts