Perpanjang paspor April 2026
Tahukah kamu, kalau ada batas maksimum 6 bulan sebelum paspor habis, maka paspor sudah tidak bisa digunakan lagi?
Pasporku expired di akhir September 2026, artinya batas maksimum dipakai ya akhir Maret 2026.
Padahal paspor ini bersejarah banget, dibuat di tahun 2021 saat COVID. Daftar susah payah, pas wawancara juga diomelin sama pegawai imigrasi, "lagi COVID kok jalan-jalan?". Masih inget banget ma gaya pegawai yang masih muda tapi ya begitu dehhh.
Padahal, perpanjang paspor pakai biaya. Padahal, apa urusan dia sampai ngomel ndak jelas. Dia juga digaji dengan pajak kita juga kan ya? Phew!
Lagipun, sekian puluh tahun, kami sekeluarga selalu siap sedia untuk perpanjang paspor jauh hari, just in case ada rezeki untuk jalan-jalan, jadi gak perlu repot.
Dan istimewanya paspor ini saat berfoto aku pakai masker yang di taruh di dagu. Hahahaha. Saat itu ditanya, "mau buka atau taruh di dagu?". Tentu saya menjawab dengan semangat, "di dagu aja biar ada kenangan COVID".
Now this 2026.
Udah niat mau perpanjang nanti saja habis lebaran.
Bulan Maret download, daftar lagi. Sepertinya data 5 thn lalu udah gak ada, karena coba lupa password tapi gak ada email notifikasi.
Masukin data Nyokap. Terus kupikir, lanjut nanti aja untuk 3 data lainnya.
Awal April buka aplikasi, eh disuruh update.
Yowes pindah Hp aja, download lagi. Login. Isi data 3 orang lainnya. Basically, cuma fotoin e-ktp dan paspor lama (halaman 2). Terus isi data sesuai paspor lama.
Udah sih, gitu aja.
Terus pilih mau paspor elektronik 5 tahun atau 10 tahun. Paspor polikarbonat atau laminating. Imigrasi cabang mana. Lalu pilih jadwal tanggal berapa dan jam berapa.
Maunya sih buat di mall terdekat tp kok ya masa jadwal udah penuh hingga akhir bulan (padahal aku pas ceki-ceki itu di tanggal 2 April).
Coba kantor imigrasi yang besar, ealah penuh juga.
Akhirnya dapat di Pasar Pagi Mangga Dua, masih banyak jatah tersedia.
Daripada pusing nyari-nyari, kuokein aja lah.
Sudah ok dalam hal jadwal, baru deh keluar nomor kode pembayaran, bisa lewat beragam Bank, aku sih pakai BCA. Biayanya sebesar 950 ribu untuk paspor 10 tahun. Masa waktu bayar sekitar 2-3 jam setelah dapat jadwal. Kalau gak bayar, bisa jadi dibatalkan otomatis.
Fyi, sepertinya ya, udah susah cari tempat buat paspor non elektronik. Mostly kita harus buat elektronik.
Untuk polikarbonat sepertinya ada jatah di tiap tempat pembuatan paspor berapa per harinya. Lagipun aku, laminating pun okelah.
Tiba hari pembuatan. Kami berempat sampai on-time. Ternyata antrian masih panjang. Yoweslah, santuy aja.
Untuk UPL Imigrasi Pasar Pagi Mangga Dua, terletak di lantai 5. Kalau bawa mobil, lumayan lah naik ke parkirannya, gak sampai-sampai rasanya.
Good thing is, jadi bisa lihat-lihat cuci mata di pasar pagi. Hahahaha.
Perlu kamu ketahui, sebenarnya untuk lansia, difabel, balita; ada akses yang gak perlu online-datang langsung aja ke kantor imigrasi. Bawa berkas, gak perlu antre, cus bisa dibantu hingga buat foto.
Pas saat pembuatan ternyata banyak juga yang cuma sekadar bertanya.
Penting kamu ketahui, nama kita tuh harus sama banget dengan di e-ktp. Mutlak banget nih. Kalau namanya beda, harus ada surat pernyataan dari dukcapil lah atau dari ketua rt/rw.
Udah nguping soal orang yang konsultasi, ealah ternyata nama bapak dan mamaku bermasalah. Hahaha.
Nama bapak hanya 1 kata di e-ktp tapi 2 kata di paspor sebelumnya.
Nama mama ada singkatan di e-ktp, tapi tidak disingkat di paspor sebelumnya.
Sekian kali buat paspor, gak bermasalah, ealah kemarin itu ternyata jadi ribet. Dimintain surat lahir, tapi Mama lupa taruh dimana. Alhamdulillah bisa dengan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.
Alhasil buat janji keesokan harinya untuk bawa Surat Nikah asli dan fotokopi.
Untuk orang dengan nama tanpa nama orang tua, tapi sudah 2 suku kata, ternyata sekarang juga sudah aman ya untuk umrah ataupun haji (kebetulan pak suami namanya begini, haha).
Saat kita di meja petugas imigrasi, selain pencocokan data, kita ambil foto juga (menurutku foto paspor tuh hasilnya selalu ok, gak seperti foto SIM yang selalu fail!), lalu nanti dikasih kertas untuk pengambilan paspor beserta tanggal kapan bisa diambil. Maksimum 30 hari, setelah itu, bisa jadi kita harus proses buat baru lagi.
Karena mama dan bapakku ada berkas yang kurang, alhasil tanggal pengambilanpun beda 1 hari.
Tentunya, pengambilan dilakukan sekaligus aja daripada mondar mandir. Hahaha.
Kalau diwakilkan, banyak syarat berkas yang harus dibawa. Yowes, mending semua ikut aja dengan membawa kertas untuk pengambilan paspor.
FYI lagi, untuk pengambilan ada waktu istirahat ya jam 12-13.
Pengambilan gak repot, cuma memastikan data di paspor ndak ada yang salah.
Gitu aja sih.
Sepertinya tulisan saya sudah menuliskan dengan lengkap beragam kemudahan untuk perpanjangan paspor ini.
Nanti kalau ada yang kelupaan, aku update deh.

Comments
Post a Comment