Demam tinggi - not what to do!
Pernah gak sih, out of nowhere. Tiba-tiba sakit?????!!!
Kalau ingat lagi, tiba-tiba hari ke-5 lebaran, abis waktu isya, aku kok kedinginan? Dodolnya, saat itu habis hujan, jadi ya suamiku juga sebenarnya merasa adem, emakku pun sama.
Tapi kok dinginnya beda ya, pas mandi jam 9 malam, aku kayak menggigil.
Yowes, aku minum obat. Tidur. Tengah malam menggigil lagi. Minum obat lagi. Paracetamol seingatku.
Selama hampir 48 jam aku menggigil terus. Obat hanya bertahan 3-4 jam membuat aku nyaman, lalu kedinginan lagi.
Sampai aku harus membeli thermometer dan pas cek cuhu ya dikisaran 38-39. Aku yakin banget, sebelum ada alat ini, suhu tubuhku lebih tinggi lagi krn dinginnya beda banget.
Saat menggunakan telehealth JKN. Dokter kasih aku antibiotik dan obat pereda ngilu. Ohiya, demamnya diikuti dengan ngilu di jari tangan dan kaki.
Aku gak tahu apakah pemberian antibiotik ini tepat atau tidak. Tapi ya tetap kuhabiskan 10 tablet yg diberikan.
Setelah 48 jam dari awal demam, boom. It disappeared!
Masih ada ngilu di jari tapi gak ada demam. Makan rasa ndak enak. Semua makanan rasa asin sampe-sampe makanan untuk aku dibuat tanpa garam. Kopi jadi berasa super pahit. Makanan manis jadi berasa sangat manis. Weird!
Bakmi Ono favoritku pun menjadi aneh rasanya saat sakit (delivery lewat shopee food) yang sampai detik ini aku masih trauma untuk memakannya kembali.
Pusing deh kalau makanan terasa aneh karena aku kan senang makan. Hiks.
Tiba-tiba hari ke-6 setelah awal demam, muncul ruam yang samar. Suamiku juga kesulitan untuk melihat ruamnya. Kesannya aku jadi parno gak jelas. Hiks.
Saat bangun shubuh, aku terbangun dengan rasa tapak kaki ditusuk-tusuk begitupun tapak tangan. Sakitnya tak terkatakan.
Hingga malam esoknya, sakit ini masih terus ada membuat aku susah tidur. Tentunya aku minum obat pereda sakit dan juga segala macam vitamin.
Dua hari ruam yang samar itu pun menghilang. No more fever sejak berakhirnya demam 48 jam.
Jalan kesulitan karena tapak kaki beserta jari yang kaku. Belum lagi bengkak di kaki dan tangan. Ah!
Shalatpun ku terpaksa duduk.
Hari ke-10 sakit, aku paksakan halal bihalal dengan sepupu hingga malam hari. Esoknya kesulitan bangun pagi, kaku kaki dan tangan plus syaraf kejepit kumat. Ahhhhhhh!
Ohiya di hari ke - 9 aku ke klinik but dokter gak bisa kasih diagnosis sakitku.
Sudahlah, sakit ini dianggap hanya demam dan akibatnya saja.
Cuma bisa berdoa, Allah yang kasih sakit maka minta sama Allah juga kesembuhan yg sempurna. Aamiin..
Hingga saat ini, tapak kaki masih sakit. Kesembuhan perlahan datang, slowly but sure. Sudah bisa shalat sempurna sambil menahan sakit dari tapak kaki terutama saat duduk diantara 2 sujud dan kembali berdiri.
Bengkak juga masih terlihat di 1 jari tangan dan jari-jari kaki. Kupaksakan untuk berjalan, naik turun tangga biar badan ini gak kelewat manja.
Tulisan ini hanya pengingat kalau aku pernah sakit dan aku gak tahu sakit apa. Tulisan ini juga mengingatkan aku, kamu dan siapapun juga. Kita bisa berencana tapi semuanya kembali ke Allah yang bisa aja tiba-tiba kasih kita hadiah di luar dugaan. Alhamdulillah...

Comments
Post a Comment