Sakit Lutut
Pada postingan sebelumnya, aku pernah bahas soal demam tiba-tiba. Dan aku menyesal banget saat itu gak ke UGD aja biar bisa di cek darah.
Well, what has happened in the past, is part of my learning process. Menyesal berlarut-larut juga malah jadi energi negatif ke diri sendiri. Ya kannnnn???
Anyway, setelah demam ndak jelas, lutut jadi sakit. Susah duduk diantara dua sujud maupun tahiyat awal dan akhir. Shalat jadi duduk aja di bangku. Susah di tekuk, nyut-nyut ndak jelas.
Agak bengkak juga di lutut kanan. Tidur pun gak nyaman saat miring ke kiri dan kanan. Kalau miring ke kiri, susah pakai guling. Kalau miring ke kanan lutut kayak ditekan batu besar. Ah, serba salah.
Akhirnya sebulan setelah sakit, aku ke klinik faskes pertama. Dapatlah rujukan ke dokter ortopedi. Tentunya, RS Murni Teguh jadi pilihan saya. Untuk kenapanya, udah pernah juga aku share di postingan sebelumnya.
Buat janji lewat WA, hari H ketemu dokter Mukhlis. Cerita ini juga udah aku bagikan di postingan sebelumnya.
Sama dokter aku dikasih obat 3 macam untuk menghilangkan sakit dan rekomendasi rontgen. Karena BPJS, segalanya kudu satu-satu yakan. Alhasil aku periksa lutut kanan dulu yang memang bengkak.
Cus setelah konsultasi, aku rontgen. Gak sabar, aku nanya sama yang fotoin apa hasilnya. Hahahaha. Untuk bayangan aja seberapa parah kondisi lutut ini.
Dua minggu kemudian, ketemu pak dokter lagi. Senangnya aku sama dokter ini, dia tuh gak sepenuhnya mengandalkan analisa radiologist, tapi dia lihat lagi sendiri hasilnya. Ternyata, hasilnya beda untuk grade osteo aku. Analisa dokter, gak separah radiologist. Alhamdulillah.
Tapi dia kepo gitu, kenapa setelah dikasih obat, aku masih berasa sakit.
Jadi saat itu aku dapat 3 macam obat yang diminum 5 hari. Saat minum, aku gak boleh olahraga karena menurut dokter, saat itu lagi parah. Saat minum obat, aku jauh lebih enak. Setelah obat habis, ya sakit lagi. Maka itu dokternya penasaran deh.
Lanjut, rekomendasi MRI lutut kanan. Sebenarnya lutut kiri sakit juga tapi gak separah kanan sih. Mungkin aja sakitnya karena topangan aku lebih banyak di kiri untuk menahan sakit yang kanan.
Cus MRI setelah konsultasi di hari yang sama. Hiyyaa, itu lutut dipakaikan alat agar gak gerak selama MRI. Sakitnya minta ampun. Mana prosesnya juga lama, rasanya pengen gerakin kaki tapi yakan gak boleh.
Selesai MRI, iseng juga nanya lagi hasilnya. Hahahaha.. untuk analisa lengkap, butuh waktu sekitar seminggu.
A week forward, hasil keluar, ina inu masalahnya. Tanya second opinion dokter kenalan, dia suruh operasi. Hiyyaaaa...
Sementara untuk dokter Muchlis masih seminggu lagi temu janji.
Tiba saat untuk temu janji, malam sebelumnya, eh dapat kabar kalau dokter cuti. Yowes.. diatur ulang aja sih. Walau lutut ini sakit banget.
Kebetulan dokter tetap meresepkan obat, tapi kali ini diminum saat sakit saja. Selama aku kuat, diusahakan gak minum obat. Biasanya minum saat akan keluar rumah dan butuh banyak jalan.
Then, tiba saatnya ketemu dokter. Again, beliau gak sepenuhnya membaca analisa radiologist. Dia buka file saya, ina inu gambar yang banyak dibacakan ke saya, kesimpulan beliau berbeda dengan radiologists.
Bukan artinya radiologist salah, tapi menurut dia, yang membuat sakit itu ada bagian lainnya, which is gumpalan di belakang kaki, ada cairan dikenal dengan istilah baker's cyst (kista baker). Beliau menyarankan di operasi saja karena agak besar dan mengganggu.
Bengong.. lalu kuiyakan saja saran beliau. Gak terbayang, dalam dua tahun harus menjalani operasi lagiiiiiii...
Operasipun direncanakan 2 minggu kemudian..
Gimana operasinya? Next post yaaaaa...


Comments
Post a Comment