For a while, sementara saja

 

Pernah gak kepikiran, mau beli ini, mau beli itu.

Then boom, you get what you want.


Nyatanya, setelah kita mendapatkan, gak pakai lama, sekejap aja. Sudah pengen yang lain lagi. Kebahagiaan dari sebelumnya, sekejap sirna, pengen yang lain lagi.


Udah.. gitu aja cycle kehidupan. Sampai ternyata barang menumpuk di rumah, berdebu, rusak, buang atau kasih orang.


Udah sekian tahun ini, may be 3-4 years aku mulai menahan diri.


Berawal dari buku yang menumpuk belum terbaca, banyak sangat. Lalu aku berhenti membeli buku baru. Gak tergoda dengan promosi apapun. It works!


Lalu skin care dan segala kosmetik. Stop beli yg jarang dipakai. Kebetulan adikku sering kasih produk skin care. Alhasil hanya membeli yang cepat habis; facial wash, cleanser dan toner.

 
Setiap ada keinginan beli lipstick, ditahan-tahan karena standar warna akupun itu-itu aja, so why bother to buy another one?


Baju..ini nih yang agak susah, apalagi kalau ada model baru. Tapi sejak pakaian seukuran sama nyokap, why bother to buy one?


Nyokap juga senang modelan simple, basic kaos dan celana panjang. Yowes, aku juga bisa pakai. Jadi ya ditahan-tahan aja keinginan untuk beli baju.


Tas juga begitu, kutahan-tahan gak beli, gak ikutin model sekarang. So far, survive sih dengan yang ada. Apalagi makin kesini, yang dicaripun asalkan tas ringan. Udahlah tutup mata sama yang berat.


So far, baru barang-barang ini yang bisa kutahan-tahan.


Alhasil, saat ada keinginan pengen beli something, masukin di cart, let it be there for ages. Sampai aku keinget, lalu di hapus. Hehehehe.


Kadang, saat keinginan berbelanja memuncak, beli aja keperluan rumah tangga. Memang sesuatu yang perlu, jadi gak akan numpuk.


Berusaha untuk gak mencari kesenangan dengan beli barang, bukannya gampang. Kadang kepikiran juga berhari-hari. Butuh waktu untuk bisa sampai di tahap ini. A long process but it is worth to try....

Comments

Popular Posts