Pasca operasi lutut
Di postingan sebelumnya aku udah share ya gimana operasi di lutut dengan suspek baker's cyst tapi ternyata lipoma.
Saat itu aku operasi di RS Murni Teguh Sudirman oleh dokter ortopedi Mukhlis Aziz.
Saat konsultasi sebelum operasi, aku udah nanya-nanya harus mengkonsumsi apa agar bekas jahitan cepat kering. Soalnya saat operasi 2 tahun lalu, jahitan baru kering setelah sebulan. Sampai lelah mondar mandir cek jahitan. Sampai akhirnya dokter menyuruh beli pil ikan gabus dan beneran sih cepat kering setelahnya.
Maka itu, kali ini, ku mempersiapkan diri. Rajin makan telor dan protein serta vitamin C.
Setelah operasi pun aku rajin mengkonsumsi telor, protein dan vitamin C.
Saat lipoma dibuang, dokter juga mengambil sample untuk cek apakah ini ganas atau gimana lah ya...
Alhamdulillah hasilnya saat konsultasi pertama setelah operasi, aman... Ya Allah senangnya. Alhamdulillah.
Saat ketemu dokter, aku udah siap-siap lah ya kalau ini jahitan masih belum aman untuk dibuka.
Nyatanyaaaaa, alhamdulillah bisa dibuka. Ada sedikit memar dan dokternya nanya, "kamu gak makan buah ya?".
Ealah, jujur aku lupa makan buah. Cuss setelahnya aku pesan rejuve juice. Kebetulan sehari sebelumnya juga dapat sepaket dari sepupu.
Saran dokter, no physio therapy needed. Aku disuruh latihan penguatan kaki aja sendiri.
Ohiya, selama jahitan belum dibuka, aku di rumah pakai tongkat, pinjam punya nyokap. Apalagi kalau malam, duh repotnya kalau kebelet pipis.
Jahitan dibuka, shalat masih duduk. Tapi selalu keinget wajah Pak dokter yang menyemangati untuk olahraga penguatan di rumah. Once in a while wall sitting and squatting. Dipaksa sekali2 shalat gak duduk. It was hard but worth the try.
Lagi-lagi bekas jahitan jadi keloid. Hiyaaa..
Sampai di suatu waktu ku tersadar. Aku gak boleh manja. Aku harus shalat dengan semestinya. Usaha dan doa.. teringat di awal sakit, doaku pengen selalu dimudahkan shalat secara sempurna hingga akhir hayat. Bismillahi tawakkaltu...
Sampai hari ini, alhamdulillah Allah mudahkan. Aku bisa shalat secara sempurna. Hanya kadang di saat 'manja' shalat sunnah yang duduk.
Rasanya ucapan syukur ini gak tahu lagi harus gimana. Antara percaya dan tidak, lutut bisa kembali seperti sediakala. Well, not that perfect. Setiap habis duduk lama, berdiri, sedikit susah jalan untuk 10-20 detik,lalu normal kembali. Not a big deal though, ini cuma sekadar sharing aja ya...
Then another journey starts.. apa itu? Nanti aku share lagi di tulisan lain ya.


Comments
Post a Comment