Operasi di Lutut
Standar BPJS tuh sebelum operasi kita melakukan pemeriksaan EKG, rontgen thorax, pemeriksaan darah yang meliputi gula darah, laju endap darah, HIV, dan komponen lainnya.
Setelah pemeriksaan selesai, kita ketemu dokter internis untuk approval. Kalau hasil EKG bagus, ya gak perlu ke dokter jantung. Cus bisa di approve sama dokter penyakit dalam saja.
Selanjutnya kita kudu ketemu dengan dokter anaestesi. Ngobrol-ngobrol nanya apakah kita ada alergi, pernah operasi sebelumnya dan kita juga bisa tahu, nanti akan dibius total atau partial. Untuk aku, nantinya akan dibius partial aja (dari pinggang ke bawah).
Tiba hari h-1, kita masuk RS deh. Secara udah pernah operasi 2 tahun lalu dan BPJS juga gak mengeluarkan aturan baru. Nothing's changed.
Aku masuk RS jam 9 malam, ealah pas ramai orang ke UGD. Alhasil antrian lama juga.
Anyway, aku bakal menjalani operasi di RS Murni Teguh Sudirman ya, just in case you haven't read my previous blog.
Saking ramainya, aku dpt free upgrade ke kamar kelas 1. Hihihi. Masuk kamar, ganti baju, dapat servis air minum botolan dan bubur sumsum. Servisnya masih sama dengan 2 tahun lalu. Sebenarnya bubur sumsumnya enak tapi aku dari awal memang sudah perhitungan sampai RS mau cus tidur aja.
Suster juga bolak balik untuk cek tensi dan pasang alat infus biar gak sulit nanti setelah operasi. Begitupun ahli gizi datang untuk menanyakan apa pantangan dan preferensi saya untuk makanan.
Dengan kondisi lutut yang sakit, tidur di kamar sakit malah memperparah sakit. Aku jadi susye tidur. Kebangun-bangun karena gak nyaman lututnya. Luckily, RS ini punya view yang wow. Gedung-gedung tinggi di sekitarnya, jembatan non layang kasablanka dan sinar lampu yang cantik dari gedung-gedung di Sudirman. Well, this kind makes me happy,though.
Jam 5 dibangunkan suster karena harus makan terakhir jam 6 (sekitar 6 jam sebelum operasi). Yowes sekalian lah shalat shubuh.
Alhamdulillah dapat bubur ayam dan rasanya saat itu kok nikmat banget. Menunggu waktu operasi ya cuma bisa rebahan, lanjut tidur.
Ada suster datang untuk mengecek tes alergi. Jarum suntik disuntikkan ke kulit bagian dalam di tangan. Sakitnya, masih kerasa hingga saat ini. Bagian yang disuntikkan di buat lingkaran dengan spidol. Jika ada alergi, akan terlihat di bidang yang dilingkar tersebut. Alhamdulillah aku aman tanpa ada reaksi.
Tahu-tahu udah hampir jam 11. Yowes mandi dan persiapan pakai baju operasi. Sehabis shalat dzuhur aku dibawa turun ke ruang operasi.
Again, masih keinget gimana 2 tahun lalu. Gimana dinginnya ruang operasi. Duhhhh.. tentunya kali ini pun sama.
Bedanya 2 tahun lalu, aku dibawa pakai tempat tidur. Kali ini dengan kursi roda.
Setelah menunggu, aku dapat tempat tidur. Disuruh menunggu di ruangan pasca operasi sampai ketiduran lagi tapi tiap sebentar ada suster yang bolak balik menanyakan ina inu.
Lalu tiba saatnya dibawa ke ruangan operasi dengan suhu yang ngeselin karena super duper dingin. Phew... Dan tentunya pindah ke meja operasi. Karena gak lebar, aku sampai nanya, "ini aman kan ya untuk aku?" Hahaha.
Dokter anaestesi datang, dimulailah proses menyuntikkan cairan dari bagian belakang/punggung bagian bawah. Sumpah, itu sakit banget saat cairannya masuk tapi sekejap lalu... Done. Kesemutan then mati rasa setengah badan.
Again, waiting. Aku bangun-tidur-bangun. Somehow banyak suster di dalam ruangan yang bolak balik nanya ini itu atau sekadar ngajak ngobrol. Senang aja sih diajak ngobrol tapi mata juga kriyep-kriyep.
Tahu-tahu aku bangun dan ternyata sedang dilakukan proses operasi. Aku sapa pak dokter. Btw, karena ini suspeknya cairan di belakang lutut, maka posisi akupun tengkurep ya.
Lalu pak dokter tiba-tiba bilang, "bu, ini bukan baker's cyst tapi lipoma".
What? The same thing is showing up again in other part of my body?
Dan kali ini lipomanya lumayan besar.
Lalu dokter bilang, "saya juga ada banyak lipoma, sudah beberapa kali operasi".
I dunno, antara harus bersyukur, sedih apa ketawa???
Yes, lipoma tuh gak berbahaya tapi mengganggu aja. Ada yang lipomanya menonjol keluar sehingga terlihat orang lain, ada yang cuma kenyal-kenyal aja di dalam jaringan.
Lipoma pertama saya, tidak terlihat tapi saat diraba ya kerasa kenyal bergerak ke kiri-ke kanan. Tanpa ada rasa sakit.
Lipoma kedua, malah saat diraba juga gak terasa. Tiba-tiba bikin lutut sulit digerakkan saja.
Tentunya setelah diangkat, dokter memberikan lemak lipoma dari lutut tersebut, dimasukkan di dalam botol yang kemudian saya buang karena seram. Hihihi.
Dengan ukuran sekitar 5 cm, lipoma di lutut, sangat-sangat mengganggu. Beda saat lipoma pertama yang tidak mengganggu tapi saya memilih untuk dibuang saja.
Operasi selesai, aku dipindahkan ke ruang pemulihan, again mata kriyep-kriyep. Satu jam di ruangaan tersebut lalu saya balik ke kamar. Berhubung bayarnya kelas 3, setelah selesai, aku dikasih kamar kelas 3, isi 4 orang pasien. Hihi.
Gara-gara ini, kelar operasi, aku pindah bayar ke kelas 1 BPJS biar jaga-jaga kalau ada operasi lagi. Why? Sekamar rame-rame jujur ku parno mau ke kamar mandi.
Hari kedua setelah operasi, kateter kantung pipis dibuka, ku menahan pipis sampai akhirnya suster mengizinkan untuk menggunakan wc mereka saja.
Berhubung operasi kedua within 2 years (kebetulan yang pertama pun di bulan Juni). I still can remember the feeling, the meds and the pain.
Jadi saat suster mau menyuntikkan obat ina inu (pain killer, obat lambung), aku tolak. Yes, karena aku gak merasa sakit. Aku hanya ingin pulang.
Mondar mandir minta ke suster untuk menginformasikan dokter agar aku bisa pulang segera. Pengen mandi. Pengen rebahan di rumah.
Alhamdulillah sebelum dzuhur, aku dirilis boleh pulang. Dikasih obat pulang untuk diminum dan rujukan untuk ketemu dokter minggu depannya.
Lanjut part berikut ya karena ini sudah panjang banget...


Comments
Post a Comment